Mengukur produktivitas setelah otomasi: apakah benar-benar lebih baik
Setelah proses diotomatisasi, mudah merasa semuanya lebih lancar. Perasaan itu belum tentu sama dengan kenyataan. Mengukur dampak secara jujur menunjukkan apakah investasi berhasil dan di mana masih ada ruang perbaikan.
Catat kondisi awal
Ukuran sebelum otomasi adalah satu-satunya pembanding yang sah. Sebelum memulai, catat waktu yang dibutuhkan, jumlah kesalahan, dan jumlah orang yang terlibat dalam proses itu. Data kasar pun cukup, asal dicatat secara konsisten.
Tanpa data awal, semua klaim keberhasilan hanya kesan.
Pilih ukuran yang bermakna
Pilih beberapa ukuran yang terkait langsung dengan tujuan.
- Waktu rata-rata menyelesaikan satu pekerjaan.
- Jumlah kesalahan atau pengerjaan ulang.
- Jumlah pekerjaan yang selesai per minggu.
- Kepuasan pengguna internal dan pelanggan.
Perhatikan dampak yang tidak terduga
Otomasi kadang memindahkan beban alih-alih menghilangkannya. Waktu input mungkin turun, tetapi waktu memeriksa dan memperbaiki pengecualian naik. Lihat seluruh alur dari awal sampai akhir, bukan hanya bagian yang diotomatisasi.
Tanyakan juga kepada orang yang memakainya: apa yang terasa lebih mudah, dan apa yang justru lebih rumit?
Beri waktu untuk beradaptasi
Produktivitas sering turun sedikit pada awalnya karena orang belajar cara baru. Ukur kembali setelah satu hingga tiga bulan, bukan di minggu pertama. Pada saat itu kebiasaan sudah terbentuk dan angka lebih mencerminkan kenyataan.
Prinsip
Ukur beberapa hal dengan konsisten, bukan banyak hal sekali saja.
Gunakan hasilnya
Bagikan hasil kepada tim, termasuk yang kurang menggembirakan. Temuan seperti 'bagian ini masih memakan waktu' menjadi bahan perbaikan berikutnya dan menunjukkan bahwa pengukuran bertujuan membantu, bukan menilai orang.
Pertanyaan yang sering muncul
Ya, tanpa komitmen. Kami balas dalam 1×24 jam kerja.
Tentang Tim AnabisolutionsStudio digital dari Pekanbaru yang mengerjakan website, aplikasi, dan sistem untuk klien di Riau dan sekitarnya.
Anabisolutions

